Blogger Widgets

Rabu, 05 Februari 2014

Journey to Pungpungan !

        Halo semua,kali ini saya akan membahas perjalanan ke Pungpungan.Ya meskipun dekat yah mungkin cuma 20 km kalo PP. Ini sih direncanain si Ucup gitu,mungkin dia lagi boring sama kempo nya yang yaah bisa jadi seperti sekolah hari minggu gitu ya di polwil. Ucup merencanakan sebelumnya hari Jum'at,31 Januari 2014,dan berangkat dan sepakat hari Minggu,2 Februari 2014 kita berangkat. Saya juga capek sih ya,pagi sekali dari Balen berangkat ke kos trus ke Alun Alun, Si Ucup nya kan minta janjian di Patung Lettu Suyitno.Eh saya tunggu hampir 15 menit,dia gak nongol nongol. Saya sms ucup,"Lu dimana?". Ucup,"Di depan Indomaret". Aku,"Katanya janjian di Patung". Ucup,"Banyak ibu ibu senam". Trus aku mengayuh sepeda ke Indomaret dan berangkat bersama ke rumah nya Si Teddy. Sesampai dirumah Teddy, Ucup malu untuk mengetuk pintu rumah Teddy karena masih terlalu. Dan akhirnya ucup pun mengetuk pintu. Keluarlah anak cewe yg supeeeeeer cantik yang katanya Keponakannya Teddy. "Teddy masih tidur".Kami pun menunggu. Keluar Mama nya Teddy," Tunggu sebentar ya,Teddy masih tidur". Kami masih menunggu dan hujan turun. Ucup," Jerene sediluk,kok suweeee ya". Teddy pun keluar dan langsung berangkat. Di jalan Raya Sumbang,kami pun berteduh di Toko yang belum buka.
      Kami pun melanjutkan perjalanan kami menuju Pungpungan. Kami pun menikmati cuaca yang sejuk dan Ucup berhenti sejenak. Aku bertanya,"Enek opo cup?". Ucup," Aku lesu le". Aku,"nang warung kono ae lo! #menunjuk ke warung deket Bengawan". Ucup,"alah dan,ngko wae.Iki urung metu soko Tugu Selamat Datang". Seketika sampai di Sukoharjo,ucup berbelok jalan ke kanan dan melewati jalan setapak dekat kereta api. Kami pun kesulitan mencari jalan keluar. Setelah mendapat jalan keluar,ucup minta berhenti di Pom Bensin untuk buang air kecil. Kami pun mengikutinya untuk sekedar membeli air minum.
      Singkat cerita,kami pun sampai di Pasar Pungpungan. Ucup pun berbelok ke arah kiri menuju selatan. Aku,"cup,omae dimas ndi?". Ucup," Jerene omae dimas enek pasar,menggok sitik". Teddy," Menggok ndi? enggok'an akeh cup". Ucup," Mboh le le". "Jajal sms Dimas,we ndue nomere to dan?" saut Teddy. Aku menjawab," yo aku ndue". Aku pun menulis sms,dan dengan cepat dia menjawab "Omahku surunge pasar pungpungan,menggok nganan sitik"
      Lalu Teddy bilang " Looo tenan to,Ucup ki raroh Kanan Kiri. Kanan dindo kiri,Kiri dindo kanan". Dengan polos ucup menjawab," Loh,iki bukane nganan ye?". Semua anak pun akhirnya geleng geleng kepala. Akhirnya kami putar balik dan berhenti di depan fotocopy. Dari arah barat,Dimas datang sambil menaiki sepeda Polygon Sierra. "Dan nggurimu lo!",celoteh Teddy. Akupun melihat ke arah belakang. Dan seketika itu ada orang dengan wajah yang sangat ndelonding. Semuanya pun langsung menuju rumah Dimas. Kami pun bersalaman dengan ibunya Dimas dan disuguhi Teh Botol Sosro dan Malkist Roma. Kami pun diajak Dimas makan mie ayam solo di dekat Pasar Pungpungan.
     Setelah selesai,kami pulang kerumah Dimas. Kami pun bermain Playstation 2 milik adiknya Dimas. Kami pun bermain Guitar Hero battle dengan Teddy. Dilain sisi, Ucup bermain Counter Strike di Komputer nya Dimas.



     Setelah itu,kami berangkat ke Bendungan Gerak sekitar jam 10 pagi. Kami melewati jalan setapak yang super duper beceknya disertai gerimis ketika berangkat. Kami melewati jalan desa yang sepi sekali, jarang ada sepeda motor lewat dan suasana nya sangat sejuk karena pada saat itu mendung juga. Dimas juga memberi tau rumah temen sekelas kami bernama Dina dan Sony dari 8-F. Seketika itu hujan lebat mengguyur kami,kami langsung cepat mengayuh sepeda. Tak terasa, kami sudah sampai di bendungan gerak dengan tanjakan yang curam. Ketika sampai diatas,hujan lebat turun lagi. Tanpa pikir panjang,kami mengambil jalan menurun menuju bawah jembatan Bendungan Gerak yang super duper curam. Banyak orang yg menuntun sepeda motor nya karena takut tergelincir. Kami pun berkeliling di bawah jembatan dan bermain bersama kambing wkwkwk. Hujan lebat turun lagi,kami bergegas menuju warung agar tidak basah dan sekaligus menghangatkan diri. Di warung itu kami makan pop mie dan beberapa jajan yg dibekali oleh ibu nya Dimas. Ucup seperti orang yg tidak pernah tau hujan,dia hujan hujan sendiri di dekat bengawan sambil makan pop mie. Aku,Teddy dan Dimas pun mengatai ucup agar tidak bermain di sebelah situ. Karena kami tidak sabar,kami pun membasahi baju kami dengan air hujan dan langsung menuju jembatan atas. Ketika menaiki tanjakan menuju jembatan,aku sedikit kesulitan karena sendal yg kupake cukup licin.

     Kami pun melewati jembatan yang super itu. Ucup adalah orang yg selalu bikin keanehan dari kami. Ketika berangkat menuju jembatan,ucup selalu di posisi tengah. Kami pun menegurnya. Kami beristirahat di Tempat Pengendalian Dam dan mencuci sepeda kami karena penuh dengan lumpur.

   Tak lupa,kami juga foto foto juga,buat memory gitu...








  
   Kami juga bermain di tangga Bendungan yang cukup licin seperti seluncuran. Ucup sangat menikmati itu.









     Setelah capek keliling bendungan gerak,kami pun pulang menuju rumah Dimas. Baru seperempat perjalanan, kami kehujanan lagi,kami berteduh di Tempat Penjual Belimbing yang tak terpakai. Disana kami menikmati suasana desa yang dingin dan untuk beristirahat juga. Disana,ucup juga kencing di pohon (foto menyusul). Setelah hujan cukup reda,kami melanjutkan perjalanan lagi. Di tengah perjalanan kami kehujanan lagi. Tapi kami berniat langsung bablas karena ingin cepat pulang ke rumah. Ketika sampai perkampungan,kami berteduh sebentar dan duduk di tempat saluran air karena Ucup kelelahan. Lanjut lagi perjalanan kami,setelah melewati bambu yang cukup rimbun, Kami beristirahat lagi di bawah kursi bambu depan rumah Sony. Kami berniat ke rumah Sony, tapi Sony nya tidak dirumah. 
   Singkat cerita,kami sampai di rumah Dimas. Kami berpamitan kepada ibunya Dimas untuk pulang. Di perjalanan,kami buang air kecil di Pom Bensin lagi dan untuk mengeringkan baju. Karena kami kedinginan,kami melanjutkan perjalanan untuk membeli kopi. Ucup membeli Wedang Jahe dan Aku membeli White Koffe,Teddy tidak memesan.






  Lalu,kami membayar uang kopi dan pamit kepada penjaga warung yang terletak di Desa Sukoharjo. Ketika sampai di bundaran jetak, kami pun berpisah.


 Sekian cerita kami,maaf kalau terlalu panjang. Salam HOT-E !

Tidak ada komentar :

Posting Komentar